Himpunan Mahasiswa Agroindustri (HIIMAGRIN) Institut Teknologi Sumatera melalui Biro Pengabdian Masyarakat melaksanakan kegiatan peringatan Hari Tani Nasional pada Minggu, 21 September 2025, yang bertempat di Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan dedikasi para petani Indonesia yang telah menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Tanpa kerja keras para petani, keberlangsungan hidup masyarakat tidak akan dapat terjaga dengan baik.

Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB dan dibuka oleh MC yaitu Muhamad Fajri Ralatama dan Astrella Angie Pramesti, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan beberapa sambutan oleh Ketua Pelaksana yaitu Junnayz Fajar Novrenthe anggota Biro Pengabdian Masyarakat 2023, kemudian sambutan dari Ketua Himpunan Mahasiswa Agroindustri yaitu Rahmat Aditya, dan sambutan dari Sekretaris Desa Mulyosari yaitu Bapak Joko Wahidin.
Kegiatan dilanjut dengan sosialisasi/penyampaian materi Pembuatan Pupuk Organik oleh Ghias Fabian Malik, salah satu mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian angkatan 2022. Setelah sesi penyampaian materi, dilanjut dengan demonstrasi pembuatan pupuk organik menggunakan limbah pertanian sekam padi dan kotoran hewan sapi sekaligus tanya jawab/sharing season terkait pupuk organik dengan beberapa masyarakat desa yang hadir.

Selanjutnya dilakukan penyerahan cinderamata berupa sertifikat kepada Desa Mulyosari sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi dalam kegiatan Peringatan Hari Tani Nasional 2025. Penyerahan cinderamata dilakukan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Agroindustri yaitu Rahmat Aditya Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian angkatan 2022. Kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh panitia dan masyarakat desa, sekaligus pembagian Bibit Alpukat sebagai salah satu cinderamata untuk masyarakat desa.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat terutama anggota kelompok tani ke depannya dapat memanfaatkan limbah pertanian atau limbah rumah tangga dan kotoran hewan menjadi pupuk yang ramah lingkungan, dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia serta memanfaatkan segala potensi yang tersedia. Mengingat pupuk kimia sendiri merupakan jenis pupuk yang memiliki berbagai dampak negatif terutama bagi lingkungan seperti berpengaruh terhadap degradasi dan pencemaran tanah yang mengurangi kesuburan serta emisi gas rumah kaca seperti dinitrogen oksida yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

