Sebanyak 400 mahasiswa dari berbagai macam program studi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Mengikuti Studium Generale yang di adakan oleh Program studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) di Aula Gedung Kuliah Umum 1 (GKU 1 ITERA) pada Rabu, 8 Mei 2024. Tema pada kegiatan Studium Generale kali ini adalah “ Pemanfaatan Minyak Nabati dari Hulu ke Hilir dalam Industri Kosmetik”

Studium Generale Teknologi Industri Pertanian menghadirkan narasumber yaitu dosen Progam Studi Teknologi Industri Pertanian ITERA Dr. Okta Amelia, S.TP. M.Si, CEO & Founder PT Nectars Natura Karya, Ruri Prihatin Arimbi, S.Si dan Area Business Lead, South Sumatra 2 PT. Paragon Technology, Yuka Eletra, S.TP.

Kegiatan Studium Generale ini juga sekaligus sebagai penandatanganan MoU dan PKS bersama antara Institut Teknologi Sumatera dan PT Nectars Natura Karya yang diwakili oleh rektor ITERA yaitu Prof Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, Dekan Fakultas Teknologi Industri yaitu Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D dan CEO & Founder PT Nectars Natura Karya yaitu Ruri Prihatin Arimbi, S.Si. Sebelum penandatanganan MoU dan PKS Ibu Ruri dalam sambutannya mengatakan bahwa industri perdagang skincare natural dan organic adalah sebuah inovasi di manufaktur yang memformulasi produk dengan produk yang ramah lingkungan serta peduli kepada keberlangsungan hidup para petani sehingga bahan yang digunakan adalah aneka macam bahan dari petani . Sehingga harapan selanjutnya adalah bisa kerkolaborasi dengan ITERA untuk inovasi produk Rektor Itera, Prof Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, dalam sambutan juga berharap mahasiswa ITERA bisa menghasilkan sebuah inovasi dalam berbagai macam produk sumber daya bahan baku yang berlimpah serta bisa meneruskannya menjadi modal untuk tetap eksis dalam berhibah menjadi enterprenuer CEO.
Setelah penandatanganan MoU dan PKS selanjutnya adalah pemberian materi oleh ketiga narasumber kegiatan Studium Generale yang dipimpin oleh moderator yaitu Endo Pebri Dani Putra, S.TP., M.P. Dr. Okta Amelia, S.TP., M. Si., menyampaikan materi dalam bidang Aplikasi Minyak Kosmetik. Fungsi minyak untuk kosmetik yaitu sebagai pelembab dan pelembut yang dapat kita peroleh dari minyak Jojoba. Minyak nyamplung yang dihasilkan dari buah nyamplung mempunyai keunikannya tersendiri. Minyak nyamplung menghasilkan resin yaitu kumarin bisa didapat digunakan sebagai bahan dasar bahan pembuatan komestik. Banyak manfaat untuk Kesehatan contohnya sebagai regenerasi kulit, melindungi dari sinar UV, menghilangkan kerut dan mencegah stretch mark. Umumnya standar bahan baku yang sesuai pada produk kosmestik memiliki pH 4-7 . “Potensi perkembangan minyak sangat banyak akan tetapi masih belum banyak digunakan dalam industri kosmetik” lengkap Ibu Okta.
Ruri Prihatin Arimbi, S.Si, menyampaikan mengenai perusahaan pemberdayaan Masyarakat dalam membesarkan produk, support IPB University. Indonesia merupakan Megabiodiversity nomor 3 terbesar di dunia. Saat ini ada lebih dari 30 petani dan vendor yang berkerjasama dalam bisnisnya. Minyak nabati merupakan sumber antioksidan obat terbaik dimuka bumi. Inovasi bagian produk kosmetik yaitu branding, amanati, evalusi dan kreasikan. Ibu Ruri berpesan “Mari buka jendela pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai manfaat minyak bagi kesehatan kulit kita”
Yuka Eletra, S.TP. , Area Business Lead, South Sumatera 2, Lampung – Bengkulu PT Paragon, berpesan mengenai Beaudty Industry, Marketing & Sales Strategy. PT. Paragon perusahaan grup, go internasional yang berusia 39 tahun. Saat ini PT. Paragon telah mempunyai lebih dari 12 ribu karyawan dan 1600 produk. Diantaranya Wardah, Emina, Make Over, Kahf yang dapat ditemukan di marketplace kesayangan anda. Memegang divisi marketing development leader paragon ibu Yuka menjelaskan bagaimana cara membuat brand dalam bidang social media specialist. Dalam mempersiapkan produk kita harus menemukan keunikan dari produk yang akan kita jual. Membangun awareness dan attention kostumer menjadi sangat penting dalam berbisnis. “Berjualan adalah suatu hal yang mudah, namun bagaimana kita membuat strategi berjualan yang baik agar produk kita dapat terjual ditengah persaingan pasar sejenis” ujar Ibu Yuka.

